FF KyuYoung – Love Ya..! [Oneshoot]

asik

Title                 : Love Ya…!

Author             : Riora a.k.a Riny Oktora Purba

Genre              : Romance Happy Ending

Main Cast        : Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

Support Cast   : Yesung

Notes               : Annyeonghaseyo chingudeul. Kali ini aku bawa FF yang sedikit berbeda (mungkin). Kenapa? Karena di FF ini Sooyoung eonni jago banget menyanyi. Hehehe, langsung check it out aja ya.😀

Happy Reading. J

Author POV

Pertemuan dua insan akan lebih baik jika kita mengambil sisi positifnya. Apakah ia pantas untukmu atau tidak, akan kau ketahui pada saatnya tiba. Hargailah sebuah pertemuan yang bisa mengarahkan dirimu pada jodoh masa depan.

@Seoul University

“Kyuhyun-ssi, harap kumpulkan semua tugas kelas ini dalam satu disc..” ucap seorang dosen jurusan kedokteran pada seorang namja  tampan penuh kharisma itu.

“Yes Sir…” jawab orang yang ditanyai dengan cueknya

**

Sooyoung POV

Ini adalah hari penentuan bagi kami, kelas XII SMA dan juga sekaligus pengumuman siapa yang mendapat beasiswa ke Seoul university. Sejak bangun pagi, detak jantungku sudah tidak bisa diatur lagi karena saking takut nya.

“Dari sekolah kita ada tiga orang yang lulus.” ucap Miss Suzy

“Kenapa sedikit sekali?” ucap Sunny

“Sooyoung-ie, kita lulus tidak ya?” bisik Sunny padaku

Mollayo.” Jawabku singkat

“Hia! Wajahmu itu membuat aku semakin takut. Aisssh..” sambung Sunny

“Hia! Bagaimana aku bisa tahu kita lulus atau tidak. Kau pikir aku—“ ucapanku terputus saat tiba-tiba Hyoyeon memukul pundakku dari belakang

Wae??” kutolehkan kepala ke belakang

“Namamu dipanggil barusan. Kau tidak dengar ya? Ckckck..” sahut si yeoja kebule-bulean itu

MWO???? Naega…???” teriakku tak percaya

“Choi Sooyoung !! Tolong hargai saya di depan ini. Kenapa kamu teriak sekuat itu. Ada apa Choi Sooyoung?” tanya Miss Suzy dengan nada menyindir

“Ah, mianhamnida seonsangnim. Kata Hyoyeon, aku lulus beasiswa..” jawabku pelan

“Ne.. itu benar..” ucap Miss cantik itu dengan pasti

“Yesss!!! Aku berhasil! Seoul, I’m coming!! Hahahaha…” teriakku sekencang2 nya sembari naik ke atas meja

***

 

Aku yang baru pertama kali pergi ke Seoul berhasil ternganga dibuat pemandangan gedung-gedung tinggi kampus SU (Seoul Univesity). Tak habis-habisnya aku berfoto dengan narsis disertai gaya khas ‘peace sign’ ku.

Hari pertama kuliah untuk mahasiswa baru. Kami masih diberikan pengenalan tentang jurusan, ruangan, dan asrama. Setelah kami diberikan pengarahan tentang asramanya, kemudian kami pun bergegas menuju kamar masing2.

***

@Asrama IGAB

Aiiish, jinjja! Kenapa aku harus mendapat kamar di lantai 3? Tiap pagi harus naik turun tangga, Aigoo..” keluhku dalam hati

“Wajahmu kenapa? Oh ya, kenalkan aku Jessica.” Sapa seorang yeoja berwajah unik

“Ah.. gwenchana. Oh ne, Sooyoung imnida.” balasku sambil tersenyum

“Hehe. Dimana kamarmu?” tanyanya ramah

“Itu, yang nomor 20”

“Wah, kita bersebelahan. Aku di kamar nomor 21” ucapnya

“Hmm.. Kalau begitu aku masuk dulu ne? See you Jessica.” ucapku mengakhiri

Ne, Annyeong!” jawabnya ceria

Baiklah Sooyoung! Waktunya untuk membereskan barang-barangmu, hwaiting.

***

Kyuhyun POV

Hari ini banyak dosen yang tidak hadir di kelas. Ckckck, tapi baguslah. Aku bisa main games lebih lama di kamar. Hahahaha.

Aku berjalan menuju kamarku dengan santai dan…

“Apa-apaan ini??? Siapa yang berani berbuat begini, ha?” teriakku saat melihat banyak sampah dan debu di depan kamarku

“Kyuhyun oppa, tadi ada mahasiswi baru pemilik kamar nomor 20 yang sedang membersihkan kamarnya.” ucap Seohyun dari balik pintu kamarnya

“Hia!!! Kau yang berada di kamar nomor 20, keluar!!” bentakku setelah tahu pelakunya

Waeyo?” ucap yeoja jangkung itu

Aiish, jinjja! Aku hampir saja tertawa saat melihat dia mengenakan pengikat kepala bertuliskan “ Aku Tukang Bersih-bersih terbaik”. Tapi melihat apa yang sudah ia lakukan, aku kembali marah.

“Kau bilang wae? Kau keluar sekarang dan bersihkan sampah-sampah itu!!” perintahku sambil menunjuk sampah tadi

“Oh ne. Mianhae. Aku juga bermaksud untuk membersihkannya kok.” Jawabnya santai

“Cepat bersihkan semua..!” ku ulangi lagi

Ne, oppa” ucapnya pelan

Huh…. Kamar yeoja kampungan itu ternyata berada di depan kamarku, sial !!

***

Sooyoung POV

“Cerewet sekali dia.. apa semua senior di sekolah ini begitu? Ckckckk…” ucapku setelah oppa tadi masuk ke kamarnya.

“Aniyo. Aku tidak seperti dia kok.” terdengar suara dari belakangku

Omo! Nu- nu gu seo?” ucapku gagap

“Yesung. Kim Jong Woon imnida. Salam kenal ne?” ucapnya sembari mengacak rambutku

Aiissh, apa-apaan ini? Dia berani-berani nya melakukan skinship denganku. Tapi sepertinya dia senior, aku harus bagaimana ini. Ku kumpulkan semua keberanianku dan,

“Hia!!! Michiyoso? Apa kita dulu pernah akrab??” teriakku dan berhasil membuat dia menghentikan langkahnya

“Hah? Kau berteriak padaku?” jawabnya kaget

Ne. Kenapa kau memegang kepalaku seenaknya?”

“Hahaha… Jadi karena itu. Ckckck, jangan terlalu dibawa ke dalam hati. Oppa tidak menyukaimu, kau tidak perlu takut. Kerigu, oppa sudah biasa mengacak rambut yeoja, arasso?” sahutnya

Akh, arasso.” jawabku lesu karena malu

“Oh ya, siapa namamu?” tanyanya

“Choi Sooyoung imnida..” ucapku

“Hmm.. kau harus menggunakan sapaan yang sopan, panggil ‘oppa’ ke seniormu.. Baiklah oppa pergi dulu. Pai pai” ucapnya dan tersenyum (?)

Aneh sekali oppa yang satu ini. Bukankah tadi dia seharusnya marah padaku? Omo! Dia masuk ke kamar 19. Ternyata kamar kami berdekatan. Aigoo, aku lupa. Kenapa aku masih bersantai-santai saja? Aish.. kamar ini masih saja banyak debunya.

***

 

Author POV

Sooyoung tersenyum  melihat kamarnya yang sudah ia ubah menjadi rapi dan bersih, tak lupa ada nuansa pink di dalam sana. Setelah itu, Sooyoung segera mandi mengingat mereka akan makan malam bersama dengan penghuni asrama lantai tiga.

“Choi Sooyoung, ini waktunya makan malam. Khaja…” ucap Jessica dari depan pintu kamar Sooyoung

Sooyoung membuka pintu kamarnya dan langsung tersenyum pada Jessica karena ia senang ada teman yang mau mengajaknya pergi bersama menuju ruang makan.

Changkamman ne Ssica. Aku harus menyisir rambutku dulu, aku baru selesai keramas.” jawab Sooyoung sambil mengacak rambutnya yang masih basah

Aigoo~~ palliwa.” sambung Jessica sambil menarik tangan Sooyoung

Hia..! Rambutku masih berantakan..” ucap Sooyoung sembari berusaha melepaskan genggaman Jessica

***

Kyuhyun POV

Hah waktunya makan malam. Aku tidak suka dengan kegiatan rutin asrama IGAB ini, norak sekali kenapa harus makan malam bersama.

“Kyu.. kau tidak bergabung lagi?” tanya Donghae padaku saat aku keluar kamar

“Ani. Aku pergi ne?” sambungku sambil menepuk pelan bahunya

Donghae hanya mengangguk sambil berjalan menuju meja yang biasa kami duduki bersama. Aku tidak mengerti dengan namja  bernama Lee Donghae itu, dia bisa makan bersama dengan orang ramai dan ribut. Padahal aku tahu background keluarganya, dia putra dari seorang pengusaha nomor 2 di Korea Selatan, dan aku tentu saja putra pengusaha nomor 1.

Saat akan menuruni tangga, aku melihat yeoja jangkung yang tinggal di depan kamarku itu sedang mengantri. Ckckck, bisa-bisanya dia keluar kamar tanpa menyisir rambutnya.

“Kyuhyun. Kali ini kau tidak boleh pergi, berikan sambutan yang baik untuk mahasiswa baru. Arasso?” ucap seniorku yang bernama Yesung

Aiish, mengesalkan sekali. Kenapa Yesung hyung melihatku menuruni tangga? Kalau sudah begini, aku tak bisa pergi.

Ku balikkan lagi tubuhku dan berjalan menuju meja tempat Donghae berada. Donghae melihatku sambil tertawa mengejek, hmm awas kau Donghae. Dengan langkah gontai aku mengantri di belakang yeoja jangkung penghuni kamar 20 tadi. Dia sangat banyak bergerak, kenapa dia tidak bisa diam dan hanya berdiri saja. Aish, lama sekali giliranku. Aku sudah lapar.

***

Sooyoung POV

Senang rasanya mengantri seperti ini, serasa berada di cerita kerajaan dimana para yeoja berdiri berbaris untuk menarik perhatian si putra mahkota. Hahaha..!! Sedari tadi aku asik bercerita dengan Jessica, ia benar-benar ceria dan mudah bergaul. Saat aku melihat ke kebelakang, aku terkejut melihat namja ketus yang tadi memarahiku.

Aku langsung kembali membalikkan badan mengarah ke depan sambil berusaha menutup wajah.

“Aku sudah melihatmu!” ucap namja  itu tiba-tiba

Aigoo. Dia pasti mengenalku sebagai mahasiswa baru yang mengesalkan. Ckckck..

“Hehehe..” ucapku sambil melihatnya dan tak lupa tersenyum sambil membuat ‘peace sign’

Setelah mendapatkan makanan yang terlihat sangat lezat ini, aku dan Jessica segera mencari tempat duduk yang nyaman. Ah, itu ada. Aku mengajak Jessica menuju sebuah meja yang masih ditempati oleh seorang namja  yang wow, benar-benar tampan.

Annyeong..” sapaku pada namja  itu

Nado annyeong, kau mahasiswa baru?” tanya nya sambil tersenyum

Ne, oppa. Jessica imnida, bangapseumnida” jawab Jessica sambil mengulurkan tangannya

“Ah, aku Donghae. Senior kalian, jurusan kedokteran.” ucapnya

Wah, daebbak. Sudah tampan, baik, dan pintar juga. Aku dan Jessica pun segera duduk di sampingnya, waktunya makan!

Kende, namamu siapa?” tanya senior itu padaku

Aigoo, aku lupa memperkenalkan diri hehehe.

“Choi Sooyoung imnida, oppa. Bangapta~” jawabku sambil tersenyum

“Nama yang bagus. Baiklah khaja kita santap makanan kita ini.” sahutnya lalu tersenyum lebar

Hmm.. ternyata di hari pertama aku sudah menemukan senior yang benar-benar baik. Mudah-mudahan di kemudian hari, semakin banyak orang baik yang aku temui. Amin

“Donghae!” ucap seseorang sambil berdiri di depan meja kami makan

“Ah, Kyuhyun. Khaja kita mendapat tamu.” ucap Donghae oppa sambil mempersilahkan namja  ketus tadi untuk ikut bergabung

“Hia! Kau dan kau! Pergi dari meja ini.” bentak namja  gila itu sembari mengarahkan jari telunjuknya padaku dan Jessica

“Ohok ohok~~~” tiba-tiba Jessica tersedak

“Ssica-ah, gwenchana??” tanyaku panik

“Hia!! Kau dengar aku tidak? Tidak usah berakting di depanku.” ucap namja  bengis itu lagi

“Cho Kyuhyun, ayolah. Kau sangat tidak asik.” ucap Donghae oppa padanya

Ternyata namanya Cho Kyuhyun. Nama yang bagus, tapi tidak sebagus kelakuannya,aiish. Aku masih sibuk membantu Jessica dengan memukul pelan punggungnya. Ah, akhirnya Jessica kembali normal (?).

“Apa di sini ada masalah?” tanya Yesung oppa sambil berjalan ke meja kami

Aniyo hyung. Hanya masalah sepele.” jawab Donghae oppa

“Choi Sooyoung, kau duduk bersamaku saja di sana. Kebetulan aku hanya sendirian.” ucap Yesung oppa sambil mengacak rambutku

Aiissh, namja  penuh skinship! Tapi dia kelihatan baik sekali, berbeda dengan namja  evil bernama Cho Kyuhyun ini!

“Ne, oppa. Khaja Jessica.” ucapku mengajak Jessica

“Biar Jessica di sini saja. Aku ingin berbincang-bincang dengannya. Bisa kan Ssica?” ucap Donghae oppa yang berhasil membuatku terkejut

Di hari pertama, temanku yang bernama Jessica ini sudah ditaksir namja  baik, pintar, dan tampan seperti Donghae oppa. Aigoo, aku juga ingin begitu.

“Bi~ bisa oppa..” jawab Jessica gugup. Hah, wajar ia gugup begitu.

Malam itu aku makan bersama dengan Yesung oppa. Aku baru sadar kalau Yesung oppa sangat humoris dan yah, walaupun penuh dengan keanehan.  Hanya satu yang aku tidak suka dari dirinya, ia sering melakukan skinship padaku. Mulai dari mengacak rambutku, memelukku, mencubit pipiku.

***

Author POV

Semenjak malam itu, Sooyoung akan duduk bersama Yesung saat makan malam dimulai, sedangkan Jessica masih saja bersama Donghae. Kyuhyun? Namja  itu hanya makan satu kali di dalam asrama. Itupun karena alasan menyambut dan bersikap sopan pada junior mereka. Selebihnya ia makan di restaurant langganannya yang jauh dari asrama.

Sooyoung sudah disibukkan dengan tugas kuliahnya. Sedari tadi ia berkutat dengan buku nada miliknya yang sudah penuh dengan coretan, maklum mereka diberi tugas awal untuk mengaransemen sebuah lagu. Sooyoung dan Jessica adalah mahasiswa jurusan Seni Musik di Seoul University, South Korea.

“Sulit sekali menyelesaikan tugas ini.. Aku butuh inspirasi. Khaja!!” ucap Sooyoung pada dirinya sendiri

Sooyoung beranjak dari meja belajarnya menuju keluar. Ia membawa semua kertas yang ia perlukan, namun saat ia sudah berada di luar kamar, dia melihat pintu kamar Kyuhyun terbuka.

“Ini kan sudah malam. Kenapa pintunya masih terbuka ya?” batin Sooyoung

Dan karena sangat penasaran, Sooyoung masuk ke dalam kamar Kyuhyun.

Chokio oppa~~~ pintumu terbuka.” ucap Sooyoung sambil melangkahkan kaki ke dalam kamar Kyuhyun

Namun tidak ada jawaban.

“Wah, kamarnya luas sekali. Kenapa bisa begini, Aigoo beda sekali dengan ukuran kamar milikku”, batin Sooyoung.

***

Kyuhyun POV

Walaupun dalam keadaan lemah, aku masih bisa mendengar suara langkah kaki seseorang yang masuk ke dalam kamarku.

Chokio oppa.. pintumu terbuka.” ucap si pemilik langkah

Apa Seohyun yang datang? Tapi biasanya Seohyun tidak akan seberani ini masuk ke dalam kamarku.

Omo! Oppa!! Kau kenapa?” ucap yeojaitu panik

Segera ku buka mataku untuk memastikan siapa yang datang. Aissh, ternyata yeoja jangkung penghuni kamar 20.

Oppa gwenchana?” sambungnya

“Kau berisik sekali ppabo!” ucapku ketus

Oppa.. tubuhmu panas, kau demam!” sahutnya sembari memegang keningku

“Hia!! Lancang sekali kau.” bentakku sambil berusaha duduk

Aigoo, tubuhku benar-benar lemah saat ini, untuk duduk saja aku tidak mampu. Yeoja itu pun membantuku untuk duduk.

Changkamman. Aku akan datang lagi..” ucapnya lalu pergi entah kemana

Aku melihat kertas-kertas miliknya yang berada di atas tempat tidurku. Dia anak Seni Musik, yeoja kampung seperti dia?

Beberapa menit kemudian dia datang lagi dengan mangkuk berisi air es dan sebuah handuk kecil berwarna pink.

“Berbaringlah oppa. Aku akan mengompres keningmu, palliwa.” ucapnya memerintahku

“Hia!! Kau siapa berani memerintahku??!” kembali aku membentaknya

“Aiish, keras kepala!”  ucapnya sembari mendorong badanku agar berbaring

Aku hanya bisa menatap yeoja sok akrab ini dengan aneh. Bisa-bisanya dia mau merawat namja  yang jelas sangat tidak menyukai dirinya. Saat dia mengompres keningku, aku jadi merindukan sosok omma yang sudah lama tidak berjumpa.

“Jangan melihatku seperti itu, aku menolongmu karena sesama manusia.” ucapnya

“Aku Cho Kyuhyun jurusan kedokteran.” ucapku memperkenalkan diri. Tidak ada salahnya memperkenalkan diri kepada junior

“Aku Choi Sooyoung, mahasiswa jurusan seni musik.” jawabnya sambil merapikan kertas tugasnya tadi

Mwo????!! Oppa jurusan kedokteran??” ucapnya tiba-tiba dengan suara yang kuat

Refleks aku segera menutup mulutnya dengan tanganku. Ini sudah malam, suara nya bisa menganggu ketenangan mahasiswa lain yang sedang tidur. Dia memegang tanganku berusaha untuk melepaskan tanganku dari mulutnya.

Deg deg deg

Tangannya mulus sekali. Bibirnya juga terasa lembut, aissh apa-apaan aku ini!! Segera ku lepaskan tanganku dan dia pun bernapas dengan lega.

“Jadi oppa satu kelas dengan Donghae oppa? Geunde, kenapa oppa tidak bisa mengurus diri sendiri kalau oppa ahli di bidang itu? Ckckkcck” ucapnya panjang lebar

“Hia! Aku juga manusia. Dan juga aku tidak pernah meminta bantuan darimu! Pergi sana!!” usirku

“Ini juga aku akan pergi. Banyak tugas yang harus ku selesaikan. Pai pai..” jawabnya sambil tersenyum

Deg deg deg

***

Dua hari kemudian..

Kyuhyun POV

Sepertinya kondisi ku sudah kembali fit, sekarang waktunya ke kampus. Ku buka pintu kamarku dan melihat Jessica, teman Sooyoung sedang mengetuk-ngetuk kamar 20 milik Sooyoung sambil berteriak. Ckckck, Sooyoung tidur seperti kerbau saja. Suara seperti itu tidak berhasil membangunkannya?!!

“Hia!! Polusi suara!” bentakku

“Ah, mi mianhae oppa. Aku dan Sooyoung ada kelas jam delapan ini.” jawabnya sambil menggaruk kepalanya

“Oh..” ucapku lalu kembali ke dalam kamar

“Aaaaaaa!!!!!!! Young bangun!!” teriak Jessica tiba-tiba

“Hia! Kau bisa dibilangin tidak?”  senggakku

Jessica pun berlari ketakutan karena melihat amarahku sekarang. Aku merasa makin pusing kalau di pagi ini harus mendengar suara teriakan milik Jessica. Masih di depan pintu kamar, aku merasa harus membalas kebaikan Sooyoung saat dia merawatku dua hari yang lalu.

Dengan ragu ku ketuk pintu kamarnya, namun tidak ada respon darinya. Apa yeoja jangkung itu pingsan di dalam sana? batinku.

Cklek. Mwo? Pintunya tidak dikunci. Jessica ppabo sekali tadi tidak mencoba membuka pintu ini. Aku pun masuk ke dalam kamarnya sambil memanggil nama yeoja itu.

“Hia!! Kau tidak ke kampus?” tanyaku saat aku melihatnya duduk di meja belajar dengan kondisi rambut yang berantakan

“Op oppa??? Kau kenapa bisa masuk?” ucapnya sambil berusaha memperbaiki rambutnya

“Cek sendiri. Pintumu tidak terkunci.” ucapku

“Aiish, begitu ya.” jawabnya lalu kembali menyoret-nyoret kertas yang kuyakini kertas nada kemarin

“Mengaransemen lagu?” tanyaku

Ne oppa. Kami tidak akan bisa masuk ke kelas, kalau tidak menyelesaikan aransemen lagu ini.” keluhnya

Ppabo! Melihat sekilas saja, aku sudah tidak menyukai aransemenmu. Terlebih di bagian ini.” ucapku

Oppa bisa membaca not? Daebbak!” pujinya. Aku tersenyum kecil mendengar pujian darinya, hmm padahal aku sudah sangat biasa mendengar pujian dari yeoja.

“Ehemm..” aku pun pergi dari kamarnya karena merasa tidak nyaman berada di dekatnya

***

Sooyoung POV

What? Kyuhyun oppa bisa membaca not yang aku tulis. Bukankah dia anak kedokteran? Jinjja dia benar-benar multitalented. Geunde, kenapa aku tidak meminta bantuannya saja. Aigoo, Sooyoung! Kau membiarkan kunci jawaban tugasmu pergi begitu saja.

Changkamman oppa..” ucapku saat Kyuhyun oppa keluar dari kamarnya dan hendak mengunci pintu tersebut.

Wae?” tanyanya

“Aku ingin meminta bantuanmu.” ucapku sedikit ragu

Arasso. Mwoya??” jawabnya. Aku benar-benar terkejut mendengar jawabannya ini

“Aku ingin membayar jasamu saat aku sakit kemarin, jangan berpikiran yang lain-lain.” lanjutnya

Hah, ternyata begitu.

Gomawoyo oppa. Aku ingin oppa membantuku untuk mengaransemen ini.” jawabku sambil menyodorkan kertas tadi

Sret sret sret, Kyuhyun oppa menulis sesuatu di kertas itu.

Igo. Sudah, aku pergi.” ucap Kyuhyun oppa sembari memberikan kertas yang baru saja aku berikan padanya

“Hia!! Oppa jebal bantu aku..”bujukku

“…” dia tidak mengucapkan apapun malah pergi begitu saja

“Aisshh.. aku bisa gila.” ucapku dalam hati

Jreng jreng~~~

Aku terkejut melihat kertas tugasku sudah terisi dengan not-not angka yang jika dipadukan akan menciptakan nada yang wow indah. Daebbak!!!! Aku melompat kegirangan karena tugasku sudah selesai berkat bantuan Kyuhyun oppa. Dengan buru-buru, aku kembali ke kamar dan berlari menuju kampus.

***

Author POV

“Kenapa kau tersenyum?” ucap Donghae pada Kyuhyun saat mereka baru tiba di lab

“Tadi aku bertemu orang ppabo.” jawab Kyuhyun sembari  memperbaiki jas lab nya

“Aneh. Biasanya kau sangat membenci orang yang kurang pintar.” sambung Donghae

“Aku memang tidak menyukai orang-orang ppabo.” jawab Kyuhyun sambil pergi ke meja penelitian, meninggalkan Donghae yang masih kebingungan

**

Sooyoung berlari sekencang mungkin menuju kelas, ia tidak peduli lagi dengan ejekan namja namja  jurusan teknik yang notabene suka menggoda para yeoja. Setiba di depan kelas, ia diam-diam masuk ke dalam dan duduk di samping sahabatnya, Jessica.

Beberapa menit kemudian giliran Sooyoung yang mempresentasikan hasil aransemennya. Sooyoung segera berjalan menuju piano yang telah disediakan, dan dengan segera menyajikan tugasnya.

Setelah selesai pada not akhir, Sooyoung tersenyum dan melihat ke arah asisten dosen yang juga ikut tersenyum.

***

Sooyoung POV

Aku sangat menantikan komentar yang akan diberikan oleh asisten dosen kami ini.

“Choi Sooyoung..” ucapnya

Ne..” jawabku sambil tetap tersenyum

“Kau seharusnya tidak menampilkan aransemen yang sudah pernah dibawakan oleh mahasiswa lain.”

Mwo? Apa masudnya?

“Aku tidak mengerti dengan apa yang seonsangnim katakan,,” ucapku bingung

“Aransemen yang kau bawakan tadi adalah karya Cho Kyuhyun. Geuchi?”

“Aku hanya meminta bantuannya sedikit.” jawabku

“Dia itu mantan mahasiswa seni musik. Dia sempat menjadi mahasiswa nomor satu di jurusan ini..” ucap seonsangnim muda itu

Aku terkejut mendengar penuturan dari asisten dosen itu. Cho Kyuhyun, mantan mahasiswa jurusan seni? Tidak mungkin! Arrrgghh..! Dia mengerjaiku.

Mianhae seonsangnim..” ucapku sambil menunduk

Gwenchana. Ini pelajaran untuk ke depannya” sahut asisten bernama Victoria itu

Kulihat ke arah teman-teman satu kelasku, mereka semua TERTAWA. Aku sudah mempermalukan diriku sendiri dengan meminta bantuan senior usil itu. Aaarrghh~~

***

Author POV

Jessica berjalan menuju meja dimana Donghae berada. Ini sudah jam makan malam, namun Sooyoung tidak juga keluar kamar. Ia masih frustasi karena kejadian memalukan yang mengharuskan dia mengulangi kembali aransemen lagu tersebut.

Kyuhyun berjalan keluar kamar dan seperti biasa pergi menuju restaurant tempat ia makan malam. Yesung sibuk mencari Sooyoung.

“Ssica, dimana temanmu?” tanya Yesung saat Jessica mengantri mengambil makanan

“Sooyoung-ie? Ah, dia belum lapar oppa. Dia masih di kamar..” jawab Jessica sambil tersenyum

“Oh.. Baiklah.” ucap Yesung lalu  kembali ke tempat duduknya

***

Sooyoung terlarut dalam aransemen lagunya sampai ia lupa kalau perutnya belum diisi dengan makanan.

Krruukk~~~ terdengar suara perut Sooyoung.

Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 malam. Sooyoung keluar dari kamarnya dan menuju dapur asrama untuk mengambil jatah makan malamnya yang so pasti sudah tidak hangat lagi.

Dia duduk di bangku tempat biasanya dia dan Yesung makan malam bersama. Sooyoung masih berkutat dengan kertas nada nya walaupun makanan sudah ada di hadapannya.

“Sooyoung kau pasti bisa!! Fighting!!” ucap Sooyoung menyemangati dirinya sendiri

Kruukkk~~~

Hmm,, perut Sooyoung berbunyi kembali. Saat Sooyoung hendak memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya, tiba-tiba terdengar suara langkah di tangga.

Sooyoung meletakkan sendoknya dan berjalan menuju tangga untuk memastikan siapa yang datang. Entah kenapa, Sooyoung merasa ketakutan. Dia mengambil sapu yang ada di sudut ruangan untuk berjaga-jaga.

***

Kyuhyun POV

Sial, karena yeoja aneh di restoran tadi aku jadi terlambat pulang ke asrama. Ckckck.. Aku berjalan menaiki tangga di lantai 2 menuju lantai 3. Namun ada suara langkah yang mendekat ke arahku. Siapa yang malam-malam begini masih bangun?

“Aaaaaaa!!!!!” teriak seorang yeoja sambil mengarahkan sebuah sapu padaku

Untung refleks aku bisa menghindar dari serangan yeoja itu. Langsung ku rebut tangkai sapu itu untuk menghindari serangan berikutnya. Choi Sooyoung? ckckck

Dia masih menutup matanya dengan ekspresi ketakutan. Hahaha, dia pengecut sekali.

“Kalian sedang apa?” tanya Yesung hyung yang tiba-tiba keluar dari kamarnya

Hah, ini akibat teriakan Sooyoung tadi. Aku harus jawab apa. Bisa-bisa aku kena rumor dengan yeoja jangkung ini.

“Dia melihat tikus dan berusaha untuk mengejarnya dengan sapu itu hyung.” jawabku

“Ah, Sooyoung~ah gwenchana?” tanya Yesung hyung sambil memegang pundak Sooyoung

Orang yang ditanya hanya mengangguk setelah membuka matanya sambil tersenyum nyengir.

“Syukurlah. Kalau begitu oppa ke kamar ne. Kalian berdua juga sebaiknya kembali ke kamar masing-masing. Ini sudah malam juga.” ucap Yesung hyung sambil berjalan masuk ke kamarnya

“Hia!” ucapku pada Sooyoung

“Hehee.. mian oppa.” sahutnya sambil tersenyum

“Kau hampir membuat kulitku lecet.” sambungku

Dia memanyunkan bibirnya sambil mengangguk.

“Dan oppa sudah membuat aku malu di kelas.” ucapnya sambil menaikkan alisnya

“Mwo?” tanyaku bingung

“Aransemen.. Aku ditertawakan karena memplagiat karya mantan mahasiswa jurusan seni musik tahun lalu..” jawabnya

“Itu aku.” ucapku santai

“Ya, Victoria seonsangnim sudah mengatakannya.” sambungnya

“Aku tidak tahu kalau dia yang akan jadi asisten dosenmu.” ucapku

“Sudahlah. Aku malas membahas itu. Annyeong~~” sambungnya sambil berjalan menuju ruang makan.

Untuk apa dia kesana? Karena penasaran aku mengikuti yeojapendek itu.

“Kau belum makan?” tanyaku saat dia melahap makanannya

“Igo. Aku harus menyelesaikan ini.” ucapnya sambil menunjuk kertas nadanya

“Ppabo. Mengaransemen lagu hanya butuh waktu 10 menit.” ucapku sembari mengambil kertasnya

“Andwe oppa. Nanti aku dipermalukan kembali.” sambungnya ketus

Aku hanya tersenyum mendengar dia melarangku untuk membantunya. Kulihat hasil kerjaannya itu dan oh my god! dia benar-benar berbakat. Aransemen lagunya ini sangat menakjubkan. Seperti kerjaan tangan seorang musisi profesional saja. Aku jadi merasa malu telah memberinya aransemen yang sudah pernah aku tampilkan dulu.

“Sudah jangan makan lagi.” ucapku sambil menjauhkan rantang makanannya

“Aiishh oppa. Aku masih lapar.” sahutnya sembari mendekatkan kembali makanannya

“Khaja..~~” ucapku sambil menarik tangan mulusnya

Biarlah yeoja ini berpikiran lain karena sikapku ini. Hanya saja aku harus menebus kesalahanku, dan juga aku sangat tidak tega melihat yeoja ini memakan makanan dingin.

***

Sooyoung POV

Apa yang sebenarnya yang ada di pikiran Kyuhyun oppa. Dia seenaknya memegang tanganku, mirip dengan tingkah Yesung oppa.

“Turunlah.” ucapnya setelah dia mematikan mesin mobilnya

Aku melihat di depan kami berdiri sebuah restoran mewah bernuansa coklat. Omo! Bagus sekali. Wow, aku belum pernah masuk ke dalam restoran mewah seperti ini. Daebbak!!

“Khaja aku akan menemanimu makan.” ucapnya kemudian

“Mworago??? Mak~makan? Di sini?” tanyaku kaget

“Ne. Wae?” ucapnya cuek

Aku harus bilang apa. Akan sangat memalukan kalau aku masuk ke dalam sana. Lihat saja pakaianku ini, PAKAIAN TIDUR. Ckckck, namja  ini benar-benar tidak mengerti.

“Aniyo oppa. Aku sudah kenyang. Sebaiknya kita pulang.” ucapku sambil membuka pintu mobilnya untuk masuk kembali

“Hia!! Jelas-jelas tadi kau masih lapar. Sudahlah, anggap saja ini permintaan maaf dariku.” ucapnya

“Aku memaafkanmu oppa. Sudahkan? Hooamm~~ aku mengantuk.” ucapku berpura-pura

Yeojappabo. Kau ini tidak tahu berterimakasih. Diberi anugerah untuk makan di restoran  mahal, kau menolaknya. Ya sudah terserah kau saja!” sahut Kyuhyun oppa sambil masuk ke dalam mobil

Hhah, syukurlah kami tidak jadi masuk ke dalam sana.

***

Kyuhyun POV

Yeojaini berbeda dari yeojalainnya. Ini pertama kalinya aku mengajak keluar seorang yeoja, tapi dia malah tidak mau makan malam ditemani oleh namja  tampan sepertiku ini.

Di dalam perjalanan pulang, aku hanya fokus menyetir sedangkan yeojapendek itu duduk sambil memegang perutnya.

“Kau lapar kan?” tanyaku

“Aniyo oppa..” ucapnya sambil melepas tangannya dari perutnya

Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapannya dan kembali fokus melihat ke depan.

Krukkk~~

“Hahahahaha!!!” tawaku meledak saat mendengar suara perut Sooyoung. Yeojaini berpura-pura tidak lapar di depanku.

“Aiisshh memalukan..” ucapnya pelan sambil menutup wajahnya

“Hahahahah~~~” aku masih tidak bisa berhenti tertawa sampai aku memberhentikan mobil

Oppa bisa kita berhenti disana?” ucap Sooyoung sambil menunjuk sebuah kedai jajjangmyun.

“Untuk apa? Kita kembali ke restoran tadi saja.” jawabku

“Kalau begitu, aku sendiri saja. Pai pai oppa..” ucapnya sambil keluar dari mobil dan berlari kecil ke kedai tersebut

Yeojappabo. Ini kan sudah malam.” ucapku pelan sambil ikut turun dari mobil

Di kedai itu aku hanya menemani Sooyoung makan. Dia terlihat sangat kelaparan sampai ia tidak menyadari kalau sedari tadi aku menatapnya.

“Hah, kenyang..” ucapnya sambil tersenyum senang

“Baiklah.” ucapku lalu berdiri hendak menuju mobil untuk pulang

“Kyuhyun oppa. Bisa aku meminjam uang mu untuk membayar ini? Hehehe” ucapnya sambil menggaruk kepalanya

“Ckckck, ini.” ucapku sambil melemparkan uang ke meja

***

Author POV

5 hari kemudian

“Hahaha.. hari yang sangat aku nanti.” ucap Donghae ceria saat dia dan Kyuhyun duduk di luar kelas mereka

“Ada apa?” tanya Kyuhyun sembari menyeruput cappucino miliknya

“Pertunjukan musik mahasiswa baru. Kau tidak tahu Kyu?” sahut Donghae

“Oh, jadi  hari ini. Khaja kita kesana juga.” ucap Kyuhyun sambil berdiri

“Wow, tumben sekali kau mau menyaksikan acara-acara seperti itu. Bukankah kau tidak suka lagi dengan musik?” tanya Donghae sambil mensejajarkan langkah dengan Kyuhyun

Kyuhyun hanya tersenyum tipis tanpa menjawab kebingungan sahabatnya itu.

@Auditorium Seni Musik

Seorang yeoja tampak sangat gugup saat ini. Sedari tadi ia hanya duduk di depan cermin rias sambil menggenggam erat tangannya sendiri. Ujung gaun mininya yang berwarna putih bercampur emas terlihat gemetaran. Dengan make up yang sudah melekat di wajah mulusnya ia masih saja merasa kurang percaya diri. Bagaimana tidak? Ini adalah pengalaman pertamanya tampil di depan banyak orang dan menjadi pusat perhatian dari seluruh acara.

“Ayo! Semua bersiap. Kita akan masuk serempak untuk memperkenalkan diri.” ucap seorang musisi yang menjadi asisten dosen di kampus mereka, namanya Victoria

“Sooyoung-ah, khaja!” ucap Jessica ceria sambil memegang tangan Sooyoung

“Changkamman. Aku terlalu gugup.” jawab Sooyoung sambil memegang dada sebelah kirinya

“Choi Sooyoung, Jessica Jung. Cepat! Acara akan dimulai.” ucap Victoria menyadarkan Sooyoung dan Jessica

Mau tak mau Sooyoung dan Jessica pun masuk ke dalam barisan memanjang itu dan berdiri dengan gaya yang sudah ditentukan.

1 2 3

Layar merah pun terbuka, terlihatlah penonton di auditorium itu. Sooyoung semakin gugup saat ia melihat ke arah penonton.

Annyeonghaseo, welcome to Seoul University Musical..” ucap Victoria lalu menunduk dan diikuti oleh anak didiknya

“Introducing~~~” ucapnya kembali sambil diiringi musik bergenre musikal modern

Mereka pun memperkenalkan diri mereka dari mulai barisan ujung kanan sampai ujung kiri. Namun saat giliran orang terakhir di ujung kiri barisan, tiba-tiba semua orang tertawa.

“Sooyoung.. Hia Sooyoung.. bicaralah.” bisik Jessica menyadarkan sahabatnya yang masih diam terpaku memegang microphone

“Hahahaha.. dia gugup ya? Hahaha~~~” tawa mahasiswa2 yang duduk di bangku penonton

***

Kyuhyun POV

Aiisshh. Akibat ulah Donghae, kami pun dapat tempat duduk di depan. Akan sangat memalukan kalau Victoria seonsangnim melihatku duduk santai sambil menikmati pertunjukan musik ini.

“Hahahahaha…” kudengar mahasiswa lain tertawa sambil melihat ke depan

Choi Sooyoung? Dasar  yeoja pabbo, dia malah terdiam tanpa memperkenalkan diri. Ckckck, dia sudah membuat pertunjukan mereka sedikit memalukan.

“Ah, mianhae. Eheemm, perkenalkan naneun Choi Sooyoung imnida, mahasiswa baru dari daerah Busan.” ucapnya setelah beberapa menit terdiam

Busan? Hahaha.. Dasar kampungan. Umpatku dalam hati.

“This is our performance. Let’s Go!!!” teriak mereka bersamaan dan seketika layar ditutup dan lampu tempat kami menonton pun mulai dimatikan.

Lantunan suara piano yang sangat merdu sedikit demi sedikit membuka layar panggung. Bukankah itu Jessica temannya Sooyoung? Oh ternyata ia juga berbakat. Hmm aku jadi ingat saat tampil di panggung itu. Lalu terdengarlah suara kolaborasi antara namja  dan yeojayang memulai pertunjukan kali ini. Perpaduan yang sangat indah dan membuat semua penonton terhanyut dalam alunan nada milik mereka.

Tapi aku malah kurang menikmati pertunjukan itu karena merasa ada seseorang yang sedari tadi belum juga menampakkan batang  hidungnya ke panggung.

“Donghae, aku keluar saja. Ini membosankan.” ucapku lalu beranjak dari tempat dudukku

“Hia. Ini belum selesai Kyu. Kau yakin tidak ingin melihat klimaksnya?” tanya Donghae

“Ani.” ucapku lalu melanjutkan berjalan menuju pintu keluar

Namun tiba-tiba aku berhenti karena mendengar suara yang sangat merdu menghiasi ruang auditorium itu. Aku mulai merinding karena sangat mengagumi suara emas dari seorang yeoja bertubuh jangkung. Lama sekali lampunya dihidupkan, aku penasaran dengan wajah yeoja bertalenta itu. Perlahan-lahan wajah si pemilik suara disorot oleh lampu tunggal. Choi Sooyoung????!!!!

***

Sooyoung POV

Pertunjukan Musik kami selesai. Hah, akhirnya beban yang kutanggung lepas seketika.

Daebbak. Kau melakukannya dengan bagus.” puji Jessica saat kami berjalan menuju asrama.

Aku hanya tersenyum kecil karena merasa aku tidak maksimal, hah apalagi tadi di awal sempat ditertawakan oleh orang-orang. Aigoo, apa yang akan mereka katakan saat bertemu denganku? Huaaa…

“Ssica-ah, apa aku memalukan?” ucapku sembari mencubit pipiku

“Hahaha,, waegeure? Kau sangat mempesona ppabo.” ucapnya

“Hia.. kau bilang aku ppabo?” ucapku sembari mengejar Jessica

Brukk~~

“Hia gunakan mata bisa kan?” ucap Kyuhyun oppa karena aku tidak sengaja menabraknya

“Sooyoung-ah gwenchana?” ucap Ssica lalu membantuku untuk berdiri

“Hi Jessica. Kau ada waktu?” tiba-tiba Donghae oppa menghampiri Jessica

Ne, oppa.” jawab Jessica sambil menunduk malu. Hah, enak sekali jadi Jessica. Aku melihat ke arah Kyuhyun oppa, dia menatapku tajam, menyeramkan.

Akhirnya Donghae oppa dan Jessica pergi dari tempat itu dan meninggalkan aku dengan mayat hidup di depanku ini.

“Permisi oppa..” ucapku lalu berjalan meninggalkannya

“Kau sangat bagus tadi.. cup~~” ucap Kyuhyun oppa setelah mensejajarkan langkahnya denganku dan mengecup pipiku??????!!!

“Hia.. apa-apaan ini?” ucapku sambil berdiri di hadapannya

Tapi orang yang aku tanya hanya tersenyum simpul dan memegang pundakku. Skinship lagi! Aku harus menghajar namja  aneh ini.

“Yeppo…” ucap Kyuhyun oppa dan tiba-tiba aku merasakan bibirnya bertemu dengan bibirku.

Jantungku berdebar dengan kencang menyadari apa yang sedang ku alami sekarang. Wajah Kyuhyun oppa yang terlihat lembut mengecup bibirku. Aku bisa melihat ketampanannya dari jarak sedekat ini. Bibirnya masih mencium lembut bibirku, namun aku malah tidak menolaknya. Ekspresinya saat menciumku, matanya yang tertutup, rambutnya yang wangi, jari tangannya yang menempel di leherku. Aku menyukai namja  ini.

Setelah kami selesai berciuman, aku tertunduk malu. Apa yang sudah kulakukan?

“Sooyoung, kau menyukaiku?” tanya Kyuhyun oppa

“Hmm. ne oppa.” ucapku refleks. Jujur saja, aku sepertinya benar-benar menyukai Kyuhyun oppa

“Hahaha, dasar bodoh! Kau mau saja memberikan bibirmu padaku!” ucapnya

Aku membelalakkan mata seketika mendengar apa yang Kyuhyun oppa katakan. Namja  brengsek! Dia mempermainkanku.

Mworago?” tanyaku sambil menahan tangis

“Aku hanya terbawa suasana. Dan juga sudah lama aku tidak mencium yeoja.” ucap namja  gila itu

“Sekarang sudah puas kan?” sambungku sambil berpura-pura tersenyum

“Ne.” jawabnya lalu berbalik hendak meninggalkanku

“Cho Kyuhyun oppa!! Mulai sekarang aku tidak akan mau bertemu denganmu lagi! Kau akan ku anggap mati!” teriakku kesal sambil menangis

Choi Sooyoung ppabo. Kau sudah berhasil dipermainkan oleh namja  brengsek itu. Oh Tuhan, aku sudah terlalu bodoh bisa menyukai namja  seperti dia. Aku hanya ingin bahagia, saat pertama kali merasa jatuh cinta, aku malah dipermainkan. Mungkin aku memang tak pantas untuk dicintai oleh seorang namja  yang aku suka.

***

Author POV

Setelah kejadian itu, benar saja Sooyoung berusaha untuk tidak bertemu dengan Kyuhyun. Sudah seminggu Sooyoung berusaha melupakan Kyuhyun dan ciuman itu.

“Kau mau oppa suapin?” tanya Yesung pada Sooyoung yang hanya diam tanpa memegang makanannya

“Hehehe, aniyo oppa. Aku bisa sendiri.” elak Sooyoung

“Uh, kau ini sangat menggemaskan ya.” sambung Yesung sembari mencubit pelan hidung Sooyoung

Oppa~~~” ucap Sooyoung manja

“Aaaa..” Yesung yang tak mau menyerah, berusaha membujuk Sooyoung agar membuka mulutnya

Mau tak mau, Sooyoung pun membuka mulutnya dan Yesung langsung menyuapi Sooyoung. Setelah itu mereka tertawa bersama.

“Aku seperti anakmu saja.” ucap Sooyoung sambil tersenyum

“Aiish. Enak saja kau jadi anakku. Kau ini calon ibu dari anakku.” sambung Yesung sambil membelai rambut Sooyoung

“Ohokk ohokk.” Sooyoung refleks tersedak karena mendengar penuturan Yesung

***

Kyuhyun POV

Aku merasa sangat bersalah pada Sooyoung. Sejak aku menciumnya minggu lalu, dia tidak lagi mau bertemu denganku, melihatku saja ia tidak mau. Saat ini aku hanya bisa menunggu dia kembali mau memaafkanku, yah walaupun aku belum meminta maaf padanya.

Saat aku berjalan melewati ruang makan, aku melihat Sooyoung dan Yesung hyung asik makan berdua. Kenapa aku malah berhenti disini, ayolah Kyuhyun, Sooyoung itu bukan siapa-siapa buatmu. Dia itu hanya yeoja kampungan yang mudah sekali dimanfaatkan.

“Ohok..ohokk~~~” Sooyoung tersedak. Dengan cepat aku menghampirinya dengan membawa segelas air minum

Gwenchana?? Minumlah.” ucapku sambil menyodorkan minuman ke hadapannya

Dia hanya melihatku sekilas dan tidak menerima minuman yang aku berikan. Ia malah mengambil minuman Yesung hyung. Aku merasa sangat malu, semua orang di ruang makan melihat ke arah kami.

“Sooyoung-ah, gwenchana?” tanyaku kembali

Sooyoung tidak merespon pertanyaanku. Aku kembali terdiam dan meletakkan gelas yang kupegang di atas meja.

Gwenchana Young?” tanya Yesung hyung sembari memberikan sapu tangan

Ne, oppa. Hmm. Sepertinya aku harus kembali ke kamar. Pai pai oppa..” ucap Sooyoung pada Yesung hyung lalu berjalan menuju kamarnya

Dia benar-benar membenciku, terlihat dari sikap yang ia tunjukkan barusan. Saat Yesung hyung yang bertanya ia menjawabnya, tapi saat aku, arrghh sudahlah.

Karena merasa tidak ada lagi urusan di tempat itu, aku pun pergi menuju perpustakaan untuk sekedar menghilangkan suntuk. Hah, kenapa wajah yeojai tu selalu menghantui pikiranku.

***

Sooyoung POV

Makan malamku tadi benar-benar membuatku tidak nyaman. Aku malah bertemu dengan namja  yang selama beberapa minggu ini berusaha kujauhi. Tapi aku bingung kenapa dia harus mengkhawatirkan aku saat aku tersedak tadi. Ah, molla! Choi Sooyoung sadarlah, dia itu namja  brengsek! Mungkin saja itu hanya bagian dari aktingnya. Sekarang waktunya belajar. Go go go!

Aisssh, dimana buku referensi kemarin? Aigoo, aku baru ingat kalau Jessica meminjamnya kemarin.

“Ssica-ah, ini Sooyoung..” ucapku sembari mengetuk pintu kamar Jessica

“Ah Young.. Waeyo?” jawab Jessica setelah membukakan pintu

“Buku referensi kemarin, apa kau masih menggunakannya?” tanyaku

“Aiiisshh.. Aku sudah mengembalikan ke perpustakaan Young.. hehehe” jawab Ssica sembari menggaruk-garuk kepalanya

Huft, aku tertunduk lesu mendengar jawaban dari Jessica barusan. Itu artinya malam ini aku harus ke perpustakaan.

***

“Jessica!!! Awas saja kau..!!” ucapku geram saat tahu Jessica tidak bisa menemaniku ke perpustakaan. Aku sendiri??? Tidakkk

Setelah mempersiapkan senter, aku segera berjalan menuju kampus.

@Perpustakaan

Hah, syukurlah lampu perpustakaan masih menyala. Hahaha, aku saja yang terlalu takut sampai membawa senter ini. Aku segera menuju lemari buku yang berkategori seni dan musik. Perpustakaannya sepi, yah wajar saja sih ini kan sudah malam.

Tikk

“Aaaaa…..!!!” aku refleks teriak saat lampu di perpustakaan mati

Cklek.

Nu nuguseo??” ucapku gagap sambil menghidupkan senter yang kubawa tadi

Tidak ada jawaban namun aku bisa mendengar dengan jelas suara langkah kaki dari arah belakangku.

***

Kyuhyun POV

Sial! Aku ketiduran. Aku terkejut mendengar suara teriakan yeojayang sepertinya ada di dalam perpustakaan ini juga. Namun anehnya, saat aku membuka mata, keadaan sudah gelap. Ku raih handphoneku dan melirik jam tangan, aissh gawat.

Dengan langkah gontai ku cari sumber teriakan tadi. Mungkin yeojayang ada di dalam sini bersamaku sedang ketakutan sekarang.

“Hei. Kau sendiri?” ucapku sambil memegang pundaknya

Entah kenapa yeoja itu tiba-tiba memelukku. Aku kenal wangi yeoja ini. Bukankah ini wangi parfum Sooyoung??? Perlahan kulepaskan pelukannya dan mengambil senter yang ada di tangannya.

“Kk kau?” ucapku gugup

“Op oppa?” jawabnya sambil menjauh dariku

“Sedang apa kau disini?” sambungku

“….” dia tidak menjawab. Aku tahu dia masih marah padaku.

“Sooyoung-ah, mianhae..”

Mian oppa. Aku belum bisa memaafkan namja  brengsek sepertimu.” ucapnya

Oppa tidak bermaksud mempermainkanmu, Sooyoung.” ucapku

Jinjja? Heh, aku memang yeoja ppabo seperti yang oppa katakan”

“Sooyoung-ah~~~” ucapku pelan berusaha agar dia memaafkan kelancanganku

Dia berjalan entah kemana tanpa memperdulikan ucapanku dan aku mengikutinya. Akhirnya dia duduk di sebuah bangku perpustakaan, apa aku juga harus ikut duduk di sampingnya? Ah, sebaiknya tidak. Dia bisa akan semakin marah padaku.

Sesaat aku hanya berdiri di sampingnya, sambil melihat-lihat keluar jendela perpustakaan.

Oppa, kau tidak duduk?” tiba-tiba Sooyoung bicara

“Ah, baiklah.” ucapku singkat sambil mengambil tempat duduk yg agak jauh darinya.

“Eheem.. Kenapa jauh sekali?” sambungnya

Apa-apaan ini? Di hadapan Sooyoung, aku seperti anak kecil yang bisa diatur sesukanya. Tapi entah kenapa aku malah menuruti apa yang ia katakan barusan.

“Aku takut kegelapan~~~” ucapnya gemetar

“Tenanglah Soo. Kau kan tidak sendiri disini. Tapi oppa Cuma ingin mengingatkan kalau di perpustakaan ini dulu ada seorang namja yang bunuh diri.” ucapku sok serius

“Hia!! Hentikan cerita bodoh oppa barusan.” senggaknya. Aku tahu dia sedang ketakutan sekarang. Hahaha

“Dia ada di belakangmu!!!” teriakku kencang

“Aaaaaaaaaa……..!!!” refleks Sooyoung berhambur ke pelukanku.

Hmm. wangi ini. Aku suka dengan wangi yeoja jangkung ini. Ku pererat pelukanku padanya.

“Hia! Lepaskan! Mesum! Tolong…..!!” ucap Sooyoung sembari memukul-mukul punggungku

Ppabo.” ucapku sembari melepaskan pelukan

“Hah, aku tidak akan termakan oleh tingkahmu lagi oppa.” ucapnya sambil menahan airmatanya

Oh tidak! Apa aku berlebihan barusan? Tapi aku hanya ingin berlama-lama di pelukannya. Apa itu salah?(Ya itu salah!). Dengarkan aku dulu, aku hanya akan memberitahu ini pada kalian kalau sebenarnya aku sudah menyukai Sooyoung sejak ia tampil di acara pergelaran musik kampus itu. (Ooohhh…)

“Kau benar-benar menyukaiku?” tanyaku penasaran

“Awalnya iya, tapi sekarang mungkin sudah tidak lagi.” jawabnya

“Jangan berhenti Sooyoungie. Kau harus tetap menyukaiku” sambungku sambil menatap matanya yang terlihat samar karena hanya disinari oleh lampu senter.

“Mwo? Andwe. Aku masih bisa mendapatkan namja baik hati, bukan namja seperti oppa.”

“Tidak akan kuperbolehkan kau mendekati namja lain. Kau milikku.” ucapku sambil memegang tangannya

“Lepaskan.. Aku bukan boneka yang bisa oppa permainkan.” jawabnya

“Oppa tidak pernah menganggapmu boneka. Jinjja kau sangat keras kepala.”

“…..” dia hanya diam

“Sooyoungie, ciuman kita kemarin adalah ciuman pertama untuk meresmikan hubungan kita. Eotte, kau setuju?” ucapku agak kaku

“Mworago? Oppa bilang apa? Hubungan? Akh, aku benar-benar tidak mengerti.” jawabnya sambil menggaruk kepalanya

“Ppabo!! Kau mau jadi yeojachinguku tidak?” ucapku kesal

“Ani.” jawabnya

“Hia!! Kau baru saja menolakku?” tanyaku agak drop

“Ani.” jawabnya lagi

“Sudahlah lupakan. Anggap saja aku tidak menembakmu barusan.” ucapku

“Aiish, mudah sekali menyerahnya. Ini satu trik yeoja saat ada namja  yang menyatakan cintanya. Ya sudah aku akan melupakannya.” sahut Sooyoung

“Hia, hia, changkamman Sooyoungie. Oppa belum menyerah.” sambungku

“Lalu?”

“Hmm, Choi Sooyoung maukah kau jadi  yeojachinguku?” ucapku serius sembari kembali meraih tangannya

“Ani!” jawabnya

Ini keterlaluan, dia mempermainkanku saat ini.

“Yeoja aneh!” umpatku sembari melepaskan tangannya

“Ckckck, aku tidak mau kalau oppa menyatakan cinta padaku di tempat gelap seperti ini. Ini sangat menyeramkan.” jawabnya sambil mendekat padaku

“Assa! Aku sudah tahu jawabannya. Baiklah, kita resmi pacaran.” ucapku mengambil kesimpulan.

“Mwo? Itu tidak adil. Aku belum menjawab ‘iya’ pada oppa.” ucapnya

“Lalu kenapa kau duduk dipangkuanku?” ucapku sambil menahan tawa

Sooyoung sadar seketika kalau dia memang duduk di pangkuanku, mungkin karena ia terlalu takut gelap.

“Hehehe, mianhae.” jawabnya sambil menutup wajahnya malu

“Kemarilah chagia, bukankah aku namjachingumu?” aku pun menarik tangannya dan menyuruhnya untuk duduk di pangkuanku kembali.

Yeoja jangkung itu tersenyum saat kami berdua duduk tanpa kata disana.

“Sooyoungie, boleh oppa menciummu?” tanyaku agak ragu

“Silahkan oppa.” ucapnya. Aku benar-benar deg deg an, tidak seperti biasanya.

Perlahan-lahan ku tatap wajah Sooyoung dan menyingkirkan rambutnya ke belakang. Dia benar-benar cantik dan mempesona. Aku mulai mendekatkan wajahku ke wajah manisnya itu, dan kurasakan hidung kami baru saja saling menyentuh. Saat bibir kami akan bertemu, Sooyoung menutup matanya dan…

“Hia!! Kalian sedang apa????!!” teriak seseorang dari arah pintu perpustakaan

Sontak, aku dan Sooyoung langsung berdiri dan melihat ke arah pintu. Dia satpam Kampus. Ini bisa gawat.

“Mian ahjussi, kami terkunci di dalam sini.” ucapku menjelaskan

“Lalu apa yang akan terjadi jika aku tidak datang?” tanyanya galak

“Mungkin kami sudah berciuman.” ucapku pelan

“Hia oppa..” ucap Sooyoung pelan sambil mencubit pinggangku

“Apa ahjussi lapar? Bagaimana kalau ahjussi makan saja sekarang, aku yang akan membayarnya.” ucapku

“Makan? Wah, itu ide yang bagus.” sahut si satpam yang notabene suka makan itu dengan senang

“Ini uangnya. Sudah cukup kan?” tanyaku

“Ini bahkan terlalu banyak, baiklah aku makan dulu. Kalian lanjutkan saja yang sempat tertunda.” ucapnya mengakhiri

“Khaja Soo. Kita selesaikan yang tadi.” ucapku sambil tersenyum pada Sooyoung

Pltakk~~! Sooyoung menjitakku dengan keras. Auww!

“Shireo! Aku sudah mengantuk. Pai pai..” Sooyoung berlari meninggalkan Kyuhyun

“Aisssh.. Kalau tahu begini, aku tidak akan memberikan uangku pada satpam tadi. Ckckck, Sooyoung ppabo!” ucapku kesal sambil mengikuti Sooyoung dari belakang

THE END

About RioRa SonElfXotics

Aku Riny Oktora Purba, panggil aja Riora.. ^^ line 92, tepatnya 28 Oktober 1992 Suka sama SNSD dan Super Junior khususnya. Kalau di SNSD, suka sama Taeyeon dan Sooyoung, nah kalau di SuJu suka sama Donghae, Heechul, dan Ryeowook.. bangapseumnida :D
This entry was posted in FF KyuYoung Chapter. Bookmark the permalink.

15 Responses to FF KyuYoung – Love Ya..! [Oneshoot]

  1. mongochi*hae says:

    cute story

  2. Apricot says:

    Annyeong author ^^
    Sweet story, tp ane mau review kaga apa2 kan ya?

    Setiap habis kalimat biasakan titik. Kan FF ini terlalu banyak pergantian POV. Coba author ambil dari POV author dan Kyu saja mungkin akan lbh bs masuk ke readers. Terkadang readers akan bingung dengan seringnya pergantian POV. Dan gunakan bahasa baku, kaya “pai pai” itu bkan bahasa baku.

    Itu aje yee reviewnya. Maaf kalo tersinggung. Ga ada mksud apa2 kok. Sama2 belajar.

  3. leeteuk122 says:

    Kalau soal review aku no coment, soalnya author baru belajar nulis kan ya?

    Awal2 di atas itu terlalu banyak pov dan alurnya sedikit kecepatan semua menurut aku.

    Tapi untuk ide campur2 bikin perasaan nyengir gara2 ada yang lucu, ada yang tegang sama kasian juga. Oke terus berkarya untuk buat ff lainnya.

    By : Misty Sky (Meliza Caterin)

    • hehehe.. iya nih.
      emang dari semua komentar, author sering bgt dpt komentar klo alurnya kecepatan, bahasanya kurang bagus, sama kebanyakn POV.
      gomawo udh mau memberi komentarnya chingu😀
      senang bisa dikritik sama kamu..
      bakalan belajar nulis FF yg lebih baik lg utk ke depannya chingu..

  4. leeteuk122 says:

    Aku juga awal2 nulis ff genrenya komedi kebanyakan. Tapi ff pertama sad cuman aku gak nyadar wkwkw.

    Kamu udah banyak juga kayaknya nulis FF nya.

  5. anzzaul says:

    kerennn…aku suka banget sama ceritanya
    keren >_<
    lanjutkan perjuanganmu thor kyuyoung fighting😀

  6. Rikei says:

    Suka banget sama ceritanya..konfliknya gak berat..tapi mudah paham..nice!daebak!

  7. Sayekti says:

    Tetap semangat thor. Moga bisa buat ff yg nyenengin. SEMANGAT KNIGHT..
    kyuyoung daebbak.

  8. rifqoh Wafiyyah says:

    hahaha cute bnget kyuyoung…
    so sweet lagi.. daebak….:D

  9. Cho mutia says:

    Aaaa keren ^^ keep writing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s