FF Chapter – A Chance [Chapter 1]

a chance

Title                 : A Chance

Main Cast        : Kim Jong In (Kai), Kim Rara (OC), Xi Luhan

Author             : RioRa

Genre              : Romance

Annyeong, udah lama juga nih gak nulis FF. Author RioRa kali ini balik bawa FF Romance yang main casts nya adalah bias mimin di EXO : KAI dan Luhan!!! >.< Semoga semua yang baca tidak lupa ninggalin komentarnya ya,,.Kalo ada yang suka sama jalan ceritanya, pasti bakalan author lanjutkan. Tapi kalau sama sekali gak ada respon, dengan terpaksa aku gak akan ngerjainnya. Hahaha.

Happy reading guys!😀

Author POV

“Ahjussi apa yang kau lakukan?” tanya seorang yeoja dengan gemetar.

Pria yang dimaksud oleh yeoja itu terkejut mengetahui ada orang disana dan sedang menyaksikan apa yang ia lakukan. Dengan segera pria itu mendekati yeoja yang masih menggunakan seragam sekolahnya dengan tampang menyeramkan. Sedikit demi sedikit langkah Kim Rara mundur, ia masih gemetar melihat seorang ahjumma terkapar di tanah berlumuran darah yang ia yakini adalah perbuatan dari ahjussi yang sedang berjalan ke arahnya sekarang.

“Aku akan mengingat wajahmu. Hahaha, kalau kau berani memberitahu polisi, heh kau akan tau akibatnya!” ucap ahjussi itu dengan nada mengancam.

“Ak..aku tidak akan menutupi kejahatan yang ahjussi lakukan barusan.” Kim Rara memberanikan diri untuk menentang pria tersebut.

“Apa kau yakin?” sebuah pisau berhasil membuat Kim Rara semakin takut dan gemetar.

Kim Rara seorang yeoja dari keluarga sederhana yang sedang mengenyam pendidikan di sebuah SMA Seoul, kali ini benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menutup rapat mulutnya dan segera berlari meninggalkan lorong tersebut. Seiring perginya Rara dari sana, pria tersebut pun lari tunggang langgang setelah ia menutup jasad wanita yang sedari tadi masih mengeluarkan darah dari kepalanya.

***

2 tahun kemudian

“Rara-ya, kau tidak ada kerjaan lain ya?” ucap Luhan pada yeoja yang selalu saja mengikutinya.

“Omo! Kenapa kau tahu aku sedang tidak ada kerjaan?” jawab Kim Rara dengan semangat sembari memegang pundak Luhan.

“Hia! Singkirkan tanganmu.”

“Ah, ne.. Kau sangat kekanakan Luhan-ii, aku tahu kau menyukaiku, jadi untuk apa kau menyembunyikannya seperti ini? Ckkck..” ucap Rara sepelan mungkin.

Luhan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya setelah berhasil mendengar celoteh yeoja itu. Dari jauh Luhan bisa melihat sahabatnya yang bernama Kai datang. Segera ia menghampiri Kai untuk melepas rindu setelah mereka tidak bertemu selama 2 tahun. Maklum saja dua tahun lalu namja tampan bernama Kim Jong In alias Kai itu pindah ke Jepang.

Kim Rara masih tetap mengikuti kemana perginya Luhan, sampai sekarang saat Luhan berpelukan dengan Kai, Rara hanya diam sambil menatap wajah tampan Luhan.

“Kai..! sudah lama tidak bertemu.” Sapa Luhan sembari tersenyum

Yeoja-yeoja yang kebetulan lewat dari tempat Luhan, Kai , dan Rara berada refleks menganga melihat dua namja tampan berdiri di antara Kim Rara. Rara yang menyadari hal itu sangat senang karena ia merasa seperti seorang putri yang diperebutkan dua pangeran tampan.

“Ne.. kau semakin tampan saja Luhan-ii.” Jawab Kai santai

“Hahaha. Kulitmu sekarang bahkan berubah warna.” Ejek Luhan sambil cengengesan.

Akhirnya Luhan dan Kai pun tenggelam dalam keasikan mereka sendiri tanpa memperdulikan yeoja pendek yang sudah cemberut.

“Hia!! Apa kalian tidak menganggapku ada disini?” teriak Kim Rara kesal

“Nu~nugu?” tanya Kai pada Luhan.

“Ah, molla. Khaja, kau di kelas XII-B kan?” ucap Luhan sembari berjalan dan diikuti oleh Kai.

Kim Rara semakin kesal karena terabaikan oleh Luhan. Ia pun segera melempar sebuah botol minuman yang terbuat dari plastic ke arah Luhan.

“Auw.” Kai terkejut karena tiba-tiba ada seseorang yang melempar botol minuman ke kepalanya.

Luhan yang sudah tahu itu perbuatan siapa, langsung menoleh ke belakang melihat pelakunya.

“Kim Rara!!!!!!!!!”teriak Luhan kesal.

Yeoja yang dibentak malah senyum aegyo dan berjalan mundur. Kai yang merasa malu saat itu, segera menarik tangan Rara dan membawanya ke sebuah tempat.

“Hia…Hia!! Apa yang ingin kau lakukan padaku?” ucap Rara sedikit gemetar melihat Kai yang menatapnya dengan tajam.

“Nega? Hmm.. menurutmu sebaiknya aku harus berbuat apa?” ucap Kai nyengir

“Kk-kau temannya Luhan, jadi jangan macam-macam padaku. Arra?”

“Aku memang teman Luhan. Jadi?”

“Ehm, kau tahu aku adalah Luhan yeojachingu. Ya! Aku yeojachingunya.”

“Hahaha..” Kai hanya tertawa menanggapi jawaban Rara

“Kenapa kau tertawa?” tanya Rara kesal.

Kai pun segera menghentikan tawanya dan mengelus pelan kepala yeoja manis itu. Kim Rara terkejut menerima perlakuan yang baru saja Kai berikan padanya. Sudah sejak awal masuk SMA ia mengejar-ngejar Luhan, namun baru kali ini dia merasa detak jantungnya bergerak sangat kencang saat seseorang berada di dekatnya.

“Kenapa kau sangat pucat?” tanya Kai khawatir

Kim Rara masih terbengong sambil memegang puncak kepalanya yang tadi Kai pegang. Karena merasa ada hal aneh yang terjadi pada Rara, Kai langsung menelepon Luhan.

“ne, yoboseyo Luhan. Apa temanmu ini memang sedikit aneh?” ucap Kai

“……”

“Ah, arasso. Iya dari awal aku sudah menduga bahwa dia aneh.”sambung Kai

Kai melirik ke arah Rara yang sudah terduduk lemas di tanah.

“Aiish, yeoja ini. Khaja, apa kau mau bolos sekolah?” ajak Kai sambil menarik tangan Rara

“Hia!! Jangan melakukan skinship padaku, jebal.” Pinta Rara

“Ok. Khaja palli!”jawab Kai datar lalu melepaskan tangan Rara

Yeoja berparas cantik itu pun berdiri dan berjalan mengikuti Kai menuju kelas masing-masing. Ia masih saja memegangi dadanya sambil berjalan. Setelah Kai masuk ke dalam kelasnya, tepatnya kelas XII – B, Kim Rara segera berlari ke kelasnya. Sesampai di kelas orang pertama yang Rara jumpai adalah Luhan, namja yang ia sukai dari awal masuk SMA.

“Luhan-ii..” ucap Rara manja

“Waeyo? Mukamu pucat begitu..” jawab Luhan setelah memperhatikan wajah Kim Rara yang masih pucat.

“Kau mengkhawatirkan aku? Wah, jinjja aku senang sekali.” Seulas keceriaan muncul di wajah cantik Rara.

“Aissh, aku menyesal mengkhawatirkanmu. Sepertinya kau tidak benar-benar sakit.” Keluh Luhan yang yakin bahwa kondisi Rara baik-baik saja.

Rara masih saja duduk di samping Luhan sampai seorang yeoja bernama Shin Eun Mi datang. Dengan santai Eun Mi mengetuk mejanya tiga kali untuk menyuruh Rara menyingkir dari bangkunya. Ya, Shin Eun Mi yeoja berparas cantik dan berasal dari keluarga kaya ini adalah teman semeja Luhan.

“Kau kan bisa bicaraa , kenapa harus mengusirku dengan cara seperti itu? Aissh, jinjja.” Celoteh Rara kesal sembari bangkit dari duduknya dan menuju kursinya yang berada tepat di belakang meja Luhan dan Shin Eun Mi.

“Eun Mi, apa aku bisa menyontek PR mu?” tanya seorang namja termalas di kelas itu

Shin Eun Mi yang terlihat kesal dengan namja pengganggu itu segera melototkan matanya.

“Xiumin~ah, jangan meminta PR nya. Kau bisa pinjam punyaku, igo.” Ucap Rara pada Xiumin teman semejanya.

Xiumin segera tersenyum karena sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, PR. Rara semakin kesal pada Eun Mi yang sangat kasar dan cuek pada semua orang, termasuk dirinya.

“Kenapa harus Eun Mi yang duduk semeja dengan Luhanku?” batin Rara.

***

Sepulang sekolah saat Luhan berjalan menuju parkiran dan diikuti oleh Rara, mereka berpapasan dengan Kai yang sedang asik duduk-duduk di dekat parkiran. Ekspresi Kim Rara langsung berubah seiring dengan detak jantungnya yang semakin berdebar kencang. Dia diam di tempatnya, tidak mengikuti Luhan yang sedang menghampiri Kai. Setelah berbincang sebentar, Luhan melihat kea rah Rara dan melambaikan tangannya. Setelah itu Luhan masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan arena sekolah. Kai melihat Rara dan berniat menghampirinya, namun orang yang akan ia tuju malah lari terbrit-birit sampai ia menjatuhkan tasnya.

“Dia kenapa?”bingung Kai sambil mengambil tas Rara.

Rara berhenti berlari saat ia sudah sampai di halte bus. Dia menyadari bahwa tas nya tidak ada di punggungnya.

“Kenapa aku seperti ini???” teriak Rara kesal pada dirinya.

Siswa/I yang menunggu di halte refleks melihat Rara dan mulai berbisik-bisik dengan teman mereka.

“Dia Rara yang selalu mengikuti Luhan itu kan?” bisik salah satu dari mereka.

Orang yang ditanyai mengangguk mengiyakan pertanyaan temannya tadi. Rara sebenarnya masih bisa mendengar bisikan yeoja itu, tapi bukan itu sekarang yang menyita pikirannya.

“Apa Kai hantu? Ani! Dia bukan hantu. Geunde wae? Kenapa aku berlari begitu dia berjalan ke arahku? Wae? Wae??????” teriak Rara lagi.

“Hia! Kau sepertinya sudah gila.” Sinis yeoja yang sedari tadi memakai headset.

“Eun Mi, kau lagi. Jangan ikut campur.” Ucap Rara

“Aku tidak ikut campur, tapi kau sudah merusak lagu yang kudengar dengan suara cemprengmu itu, arrayo?” jawab Eun Mi

Kim Rara membulatkan mulutnya sambil mengangguk. Tiba-tiba bus tujuan arah rumah Rara datang, dan banyak dari antara siswa/I yang masuk ke dalam. Rara yang seharusnya menaiki bus itu juga mengurungkan niatnya. Bagaimana tidak? Sekarang tasnya hilang dan ia tidak mengantongi se sen pun uang.

“Changkamman!” teriak Kai saat melihat bus akan melaju.

Rara menoleh asal suara dan terkejut melihat Kai sedang berlari ke arahnya.

“Kenapa dia datang? Omo! Tasku..” kata Rara

Kai langsung masuk ke dalam bus tanpa menghiraukan Rara yang sudah berdiri untuk menerima tasnya. Kim Rara bingung dan hanya bisa melihat bus melaju begitu saja.

“Bukankah itu tadi Kai?” ucap Rara sembari mengacak rambutnya.

Shin Eun Mi yang masih menunggu kedatangan bus tujuan rumahnya Cuma menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman sekelasnya itu.

“Ppabo.” Batin Eun Mi.

Ternyata saat Kai berlari ke bus, ia benar-benar tidak menyadari kalau Kim Rara ada disana. Tapi dengan bodohnya Rara tidak memanggil Kai untuk meminta tasnya.

“Luhan-ii.” Rara mengirim SMS ke Luhan.

“Wae?” jawab Luhan

“Tas ku ada pada Kai, dia sudah pulang. Ottokhae?”

“Ah, dia belum ke rumahnya. Dia kerja part time di daerah Gwangju.”

“Apa kau merindukan aku?”

“Ani!”

Kim Rara memanyunkan bibirnya membaca balasan sms terakhir Luhan. Dia menoleh kea rah Eun Mi. Dengan segala jurus Rara meminta bantuan pada Eun Mi agar ia mau meminjamkan uangnya pada Rara. Sebenarnya bukan Eun Mi tidak mau segera memberikan uangnya, hanya saja ia tidak mau ada orang yang dekat dengannya.

“Gamsa!” Rara melambaikan tangan pada Eun Mi saat bus yang ia naiki melaju meninggalkan halte.

“Ne.” ucap Eun Mi pelan.

Sesampai di daerah Gwangju, tak butuh waktu lama Rara sudah mendapatkan café tempat Kai bekerja part time. Saat Kai mengantarkan pesanan ke meja di dekat pintu masuk, ia melihat Kim Rara yang berdiri bak patung penyambut tamu di depan pintu café.

“Kenapa kau disini?” ucap Kai dan berhasil merusak lamunan Rara

“Ak~aku mau itu.” Jawab Rara gagap

“Mwoga?” tanya Kai bingung

“Aku mau kau~~” ucap Rara masih terbata-bata

“Hahaha. Ppabo. Aku tahu apa yang kau mau. Tas kan?” cengir Kai sembari mencubit pipi Rara.

Wajah Rara kini sudah semerah buah tomat, ia berusaha mengendalikan detak jantungnya namun gagal. Dasi yang Rara kenakan terlihat naik turun karena detak jantung nya. Kai datang dengan tas Rara di tangannya.

“Igo.” Ucap Kai

Kim Rara mengambil tasnya dan segera berlari meninggalkan café tersebut. Kai mengerutkan dahi melihat tingkah yeoja teman sekelas Luhan itu.

“Sepertinya dia seorang pelari. Haha” tawa Kai sambil berjalan menuju meja pesanan.

****

About RioRa SonElfXotics

Aku Riny Oktora Purba, panggil aja Riora.. ^^ line 92, tepatnya 28 Oktober 1992 Suka sama SNSD dan Super Junior khususnya. Kalau di SNSD, suka sama Taeyeon dan Sooyoung, nah kalau di SuJu suka sama Donghae, Heechul, dan Ryeowook.. bangapseumnida :D
This entry was posted in FF Lainnya and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to FF Chapter – A Chance [Chapter 1]

  1. Pingback: FF Chapter – A Chance [Chapter 2] | KPop and Me :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s